Rabu, 08 Mei 2013





MALAM TERAKHIR
(Sotoba Komachi)
Karya : Yukio Mishima
Diterjemahkan oleh Toto Sudarto Bachtiar

Para Pelaku :
PEREMPUAN TUA
PENYAIR
Laki-Laki Pertama
Laki-Laki Kedua
Laki-Laki Ketiga
Perempuan Pertama
Perempuan Kedua
Perempuan Ketiga
Agen Polisi
Beberapa Penari
Beberapa Pasangan Kekasih
Beberapa Pengemis
Beberapa Pelayan Rumah Makan



PEREMPUAN TUA
Satu ditambah satu, dua, dua ditambah dua lagi, empat… (Dia memegang sebuah puntung rokok di bawah cahaya lampu, danketika dilihatnya rokok itu masih cukup panjang, dia kemudian pergi menuju pasangan kekasih di sebelah kirinya untuk meminta api. Sesudah itu dia duduk lagi dan mengisap rokoknya. Setelah beberapa isap dia memadamkan lagi sigaretnya, dan melemparkannya ke samping puntung-puntung rokok lainnya di atas sehelai kertas Koran. Kemudian dia mulai menghitung lagi) Satu ditambah satu, dua; dua ditambah dua, empat…

PENYAIR : (Pergi berdiri di belakang perempuan tua itu dan memperhatikan apa yang sedang dilkukannya)

PEREMPUAN TUA
Kau mau merokok ? Silakan.

PENYAIR
Terima kasih.

PEREMPUAN TUA
Masih ada keperluan lainnya ? Mungkin ada yang ingin kau sampaikan ?

PENYAIR
Tidak. Tidak begitu penting soalnya.

PEREMPUAN TUA
Aku tahu kau siapa. Kau seorang penyair. Itulah keahlianmu.


PENYAIR
Rupanya kau tahu betul keadaanku. Ya, sekali-sekali aku menulis sajak. Tentu. Tetapi itu bukan bisnis, bukan perusahaan.

PEREMPUAN TUA
Begitu pendaptmu? Pasti karena kau tidak bisa menjual sajak-sajakmu, bukan? Kau masih muda, bukan? Tetapi kau tidak akan lama lagi hidup. Tampak malaikat maut sudah tercoreng di atas keningmu.

PENYAIR
Apa pekerjaanmu di masa yang lalu? Peramal? Dapatkah kau meramal melalui garis tangan, melalui kerut-kerut pada muka?

PEREMPUAN TUA
Mungkin… Aku melihat begitu banyak manusia dalam hidupku, sehingga muka mereka itu tidak bicara apa-apa lagi kepadaku… Duduklah! Aku kira kau sudah tidak begitu tetap lagi berdiri.

PENYAIR
Ini disebabkan karena aku baru saja minum-minum.

PEREMPUAN TUA
Eh… Selagi kau masih hidup kau harus berdiri dengan kedua kakimu di atas tanah.

PENYAIR
Dengarlah, ada sesuatu yang sangat ingin kuketahui selama ini, sehingga terpaksa aku harus menanyakannya padamu. Mengapa kau saban malam dating ke mari pada waktu yang sama dan mengusir semua pasangan itu dari bangku mereka?

PEREMPUAN TUA
Bangku itu bukan milikmu sendiri, bukan? Mau apa kau sebenrnya? Apakah kau seorang pengembara? Apakah kau harus meminta sedekah kepada orang-orang yang duduk di sini?

PENYAIR
Tidak. Tetapi bangku itu tidak bisa menyampaikan kejengkelannya. Karena akulah yang harus menyampaikannya untuk dia.

PEREMPUAN TUA
Aku tak pernah mengusir orang. Mereka dengan sendirinya pergi menjauh kalau aku duduk di sini. Lihat saja, bangku ini bisa diduduki oleh empat orang.

PENYAIR
Malah hari bangku-bangku itu untuk orang-orang yang sedang berkasih-kasihan. Kalau aku malam-malam melewati taman ini dan pada setiap bangku aku melihat pasangan semacam itu duduk di atasnya, dalam hatiku aku selalu merasa bukan main tenteramnya. Kalau aku melewati mereka maka aku berjalan dengan bersijingkat. Bahkan kalau aku merasa letih, atau tiba-tiba aku kehilangan ilham, sehingga aku mau duduk untuk mengumpulkan gagasan-gagasanku, akupun tidak melakukannya. Karena rasa hormatku kepada… Tetapi kau langsung saja duduk. Telah berapa lama sebenarnya kau biasa datang ke mari?

PEREMPUAN TUA
Ah, sekarang baru aku mengerti maksudmu! Tempat ini agaknya merupakan padang perburuanmu. Engkau datang ke mari untuk keperluan perusahaanmu.

PENYAIR
Perusahaanku? Apa maksudmu sebenarnya?

PEREMPUAN TUA
Yah, maksudku, kau di sini mengumpulkan kesan-kesan, impresi-impresi yang kemudian kau olah menjadi sajak-sajak.

PENYAIR
Jangan beromong-kosong! Teman, orang-orang yang berkasih-kasihan, lentera-lentera… apakah kau betul-betul mengira aku menulis tentang soal-soal konyol itu?

PEREMPUAN TUA
Kalau waktunya sudah cukup lama berlalu, maka soa-soal itu tidak akan konyol lagi. Cobalah sebutkan padaku satu soal yang pada waktunya tidak bersifat konyol.

PENYAIR
Kau punya gagasan-gagasan yang betul-betul menarik! Kau hampir-hampir berhasil memaksaku untuk mengajukan suatu pembelaan bagi bangku ini.

PEREMPUAN TUA
Ya Tuhan, kau betul-betul menjemukan! Kau Cuma mau berkata bahwa aku terlalu hina untuk bangku ini. Atau bukan begitu barangkali?

PENYAIR
Terlalu hina? Kau seorang yang murtad!

PEREMPUAN TUA
Jalan fikiran remaja masa kini betul-betul bagus! Aku terpaksa harus mengatakannya.

PENYAIR
Dengarkan sekarang… Aku tidak lebih dari kelihatannya, seorang kuli tinta, yang isteri untuk mengurus pun tidak punya. Tetapi ada sesuatu yang kuhormati: yakni dunia ini, sebagaimana terpantul dalam mata anak-anak muda yang sedang jatuh cinta, dan yang seratus kali lebih indah dari kenyataan – ya, aku menaruh rasa hormat kepadanya. Lihatlah, mereka sedikit pun tidak tahu bahwa kita sedang memperbincangkan mereka. Mereka sedang melambung ke langit, sampai di atas bintang-bintang. Bahkan wajah mereka pun bersinar laksana bintang. Dan bangku di sini ini, bangku ini ibarat sebuah tangga yang menuji ke langit, menara pengawas paling tinggi di dunia, suatu pos pengenal yang paling baik. Kalau ada seorang pemuda yang duduk di sini bersama gadinya, maka dia akan dapat emlihat semua kota di dunia. Tetapi kalau aku berdiri di sini, maka aku tidak melihat apa-apa, tidak melihat suatupun… Atau lebih baik… tentu saja aku selalu melihat sesuatu … sejumlah bangku… seorang lelaki dengan lentera saku, aku kira dia seorang agen polisi… Dua buah mobil yang saling berpapasan. Tanpa mengurangi sorot lampunya. Dan apa itu? Sebuah mobil penuh dengan bunga-bunga! Seniman-seniman yang baru kembali dari konser? Atau suatu upacara penguburan? Hanya itulah yang dapat kulihat.

PEREMPUAN TUA
Omong-kosong! Aneh sekali kau bisa menaruh hormat kepada hal-hal semacam itu! Maka aku bisa mengerti kalau kau menulis sajak-sajak yang tidak dibeli orang.

PENYAIR
Bukan, bukan. Justeru oleh karena itu aku tidak pernah duduk di atas bangku-bangku itu. Selama kau dan aku duduk di atasnya maka bangku-bangku itu tidak lain kecuali bangku-bangku kayu yang papa. Tetapi apabila mereka duduk di atasnya maka bangku itu akan menjadi semacam kenangan. Dan bangku itu bisa menjadi lebih empuk dari sebuah dipan dan hangat oleh percikan-percikan api yang keluar dari pelukan-pelukan mereka… Kalau kau duduk di sini maka semuanya menjadi begitu dingin seperti makam, bangku-bangku itu seakan-akan batu nisan. Aku tidak tahan.

PEREMPUAN TUA
Kau masih muda, masih plonco sekali, kau tidak melihat benda-benda itusebagaimana adanya.. Kau beranggapan bahwa bangku-bangku tu menjadi hidup jika ada seorang pemuda tolol bersama pacarnya duduk di atasnya. Janganlah begitu bodoh! Mereka saling memeluk di atas makam mereka. Lihat, betapa pucatnya mereka, betapa pucat-lesinya mereka, dalam cahaya hijau yang melalui daun-daun menyelinap dari jalan. Mata mereka terpejam. Tidakkah mereka kelihatan sebagai mayat? Mereka mati selagi bercumbu. Benar, benar bau bunga. Bunga-bunga di taman malam hari baunya sama kuat dengan bunga-bunga di dalam peti mati. Dan semua pasangan yang sedang jatuh cinta itu membiarkan dirinya terkubur dalam bau bunga-bunga itu. Satu-satunya yang hidup di sini ialah kau dan aku.

PENYAIR
Apakah kau kira dirimu lucu? Apakah kau betul-betul beranggapan bahwa kau hidup dan mereka tidak?

PEREMPUAN TUA
Tentu saja. Sekarang umurku sembilan puluh sembilan tahun, tetapi lihatlah, betapa sehatnya aku!

PENYAIR
Sembilan puluh sembilan?

PEREMPUAN TUA
Ya, perhatikan aku baik-baik!

PENYAIR
Mengerikan. Segala kerut-kerut itu.

 PEREMPUAN PERTAMA
Mengapa engkau? Mengapa kau bersikap begitu sekonyong-konyong?

LAKI-LAKI PERTAMA
Mari, kita pergi. Nanti kita masuk angin!

 


PEREMPUAN PERTAMA
Tidak, kau kelihatannya seperti merasa jemu sekali!

LAKI-LAKI PERTAMA
Tidak, sama sekali tidak. Aku justeru teringat akan sesuatu, akan sesuatu yang menyenangkan.

 PEREMPUAN PERTAMA
Begitu? Kalau begitu teringat akan apa?

LAKI-LAKI PERTAMA
Akan ayam-ayamku. Ayam-ayam itu besok pasti akan bertelur sebutir.

 PEREMPUAN PERTAMA
Apa maksudmu berkata begitu?

LAKI-LAKI PERTAMA
Apa maksudmu berkata begitu? Tidak ada. Sama sekali tidak ada.

 PEREMPUAN PERTAMA
Jadi, kau tidak bermaksud apa-apa! Tetapi bagiku itu ada artinya. Itu berarti bahwa hubungan kita putus.

LAKI-LAKI PERTAMA
Ayuh, cepatlah. Lihat trem terakhir itu sudah datang. Kita mesti lari.

 PEREMPUAN PERTAMA
Kau selalu memakai dasi yang jelek!

PEREMPUAN TUA
Syukurlah! Kedua orang itu setidak-tidaknya menjadi hidup lagi!

PENYAIR
Bintang-bintang di langit mereka telah sirna. Mengapa kau berani mengatakan bahwa baru sekarang mereka menjadi hidup lagi?

PEREMPUAN TUA
Aku tahu bagaimana kelihatannya muka seseorang yang baru kembali lagi kepada kehidupan… Aku cukup sering melihatnya. Muka semacam itu memperlihatkan kejemuan yang luar biasa dan pemandangan semacam itu menyenangkan hatiku… Lama berselang, ketika aku masih muda, aku baru merasa hidup kalau aku merasa pusing. Aku baru merasa hidup kalau aku lupa sama sekali akan diriku. Kemudian aku sadar kalau aku keliru. Kalau kau masih punya perasaan, bahwa hidup di dunia ini sangat menyenangkan – kalau bunga yang paling kecil masih nampak seperti sebuah katedral dank au mengira bahwa burung-burung merpati yang terbang melintas bernyanyi dengan suara manusia… kalau setiap orang yang kaujumpai dengan gembira mengucapkan ‘selamat siang’ kepadamu dan benda-benda yang sepuluh tahun yang lalu sia-sia saja kaucari tiba-tiba berdiri menantikanmu di lemari dapur… kalau semua gadis nampak seperti permaisuri, dan mawar-mawar sudah bersemi lagi pada semak-semak yang layu… ya, dan semua itu adalah hal-hal yang paling tidak sepuluh hari sekali pernah kau alami ketika aku masih muda dahulu, maka… tetapi tidak kalau aku sekarang teringat lagi akan hal itu, maka aku pun tahu bahwa semua itu adalah penipuan terhadap diri sendiri, sehingga kebusukan dalam segalanya saja pun aku tidak dapat melihatnya, karena aku seolah-olah mati… semakin jelek anggurnya, semakin cepat kau menjadi mabuk. Di tengah-tengah kemabukanku, di tengah-tengah perasaan dan air mataku – aku mati. Sesudah itu sikapku untuk tidak minum-minum lagi sebagai azazku. Itulah seluruh rahasia hidupku yang panjang. Fikiranku sehat.

PENYAIR
Amboi! Tetapi kalau begitu apa sebenarnya makna hidup?

PEREMPUAN TUA
Apa sebabnya aku hidup? Bukankah kenyataan kehadiranku dengan sendirinya sudah merupakan suatu makna? Aku bukanlah seekor kuda yang berlari-lari untuk mendapatkan gula-gula! Kuda-kuda memang untuk disuruh berlari, tetapi manusia?

PENYAIR
“Lajulah, lajulah kuda kecilku. Jangan melihat ke kanan atau ke kiri…”

PEREMPUAN TUA
“Ikuti saja bayang-bayang. Bekas jalan kereta…”

PENYAIR
Kalau matahari terbenam, baying-bayang jadi lebih panjang.

PEREMPUAN TUA
Bayang-bayangnya melengkung. Bayang-bayang itu hilang dalam kelam malam. (Selagi mereka berbicara, pasangan-pasangan yang sedang kasih-kasihan di kanan-kiri mereka sama berdiri tegak dari bangku mereka dan pergi)

PENYAIR
Wahai, Ibu, masih ada sesuatu yang ingin kutanyakan… Siapa namamu sebenarnya?

PEREMPUAN TUA :
Mereka dulu memanggilku Komachi.

PENYAIR
Siapa yang memanggilmu begitu?

PEREMPUAN TUA
Semua laki-laki yang pernah memuja kecantikanku telah meninggal. Dan sekarang aku punya peraaan, bahwa setiap orang yang mengatakan aku cantik harus meninggal.

PENYAIR
Kalau begitu aku mujur. Aku baru berjumpa denganmu setelah kau berumur sembilan puluh sembilan tahun!

PEREMPUAN TUA
Benar, kau beruntung… Tetapi hanya seorang gila seperti kau mungkin menyangka bahwa setiap perempuan cantik jadi jelek dengan berlalunya tahun. Tetapi itu suatu kekeliruan besar. Seorang perempuan cantik akan tetap perempuan cantik selalu. Juga kalau sekarang ini aku nampanya jelek, sebenarnya aku ini hanya perempuan cantik yang jelek belaka. Aku sudah begitu sering, dan dari sekian banyak fihak, mendengar betapa mempesona kelihatannya aku, sehingga selama tujuh puluh, delapan puluh tahun terakhir ini aku tak punya kebutuhan lagi untuk berpikir lain tentang hal itu. Aku masih selalu memandang diriku sebagai seorang perempuan cantik yang mempesona.

PENYAIR
Mestinya adalah suatu beban yang berat untuk menjadi seorang yang cantik… aku dapat memahaminya. Seorang laki-laki yang pernh mengalami peperangan, selama-lamanya tetap terkenang akan peperangan. Sudah barang tentu dahulu kau pernah cantik…

PEREMPUAN TUA
Apa katamu? Aku masih tetap cantik!

PENYAIR
Ya ya, tentu saja, aku mengerti. Mengapa kau tidak mau bercerita barang sedikit mengenai masa remajamu kepadaku. Apa yang pernah kau alami delapan puluh – atau barangkali sembilan puluh tahun. Ceritakanlah, apa yang telah terjadi delapan puluh tahun yang lalu.

PEREMPUAN TUA
Delapan puluh tahun yang lalu aku baru berumur sembilan belas tahun. Kapten Fukaksa dari pasukan pengawal Kaisar. Sangat terpsona olehku.

PENYAIR
Bagaimana kalau aku berbuat seolah-olah aku kapten itu – siapa namanya tadi?

PEREMPUAN TUA
Jangan berangan-angan! Dia seratus kali lebih tampan dan lebih gagah daripada kau… Benar, dan ketika itu aku berkata kepadanya, bahwa aku akan memenuhi keinginannya yang paling luhur, kalau dia sudah seratus kali mengunjungiku. KEmudian tibalh malam yang keseratus itu. Ketika itu di kebun istana Rokumee diselenggarakan sebuah pesta, dan semua orang yang gemar akan kesenangan duniawi hadir. Aku agak merasa letih karena udara pana di dalam, dan aku duduk di atas sebuah bangku, untuk menghirup hawa segar… Astaga…! Orang-orang dari seluruh kota kelihatnnya mengadakan rendevous di sini.

PENYAIR
Maksudmu para wanita dan pria yang gagah-gagah itu?

PEREMPUAN TUA
Tentu saja! Bagaimana kalau kita berdansa pada irama wals sekarang ini agar yang lain menjadi kesal?

PENYAIR
Aku berdansa dengn kau?

PEREMPUAN TUA
Jangan lupa: kau Kapten Fukaksa sekarang. (tiga pasang remaja, yang berpakaian menurut mode tahun 1880, muncul sambil berdansa dengan irama wals.perempuan tua dan penyair itu juga berdansa. ketika musik berhenti, orang-orang lainnya berkerumun mengelilingi perempuan tua itu)

PEREMPUAN PERTAMA
Komachi! Kau kelihatan sangat cantik lagi malam ini!

PEREMPUAN KEDUA
Kau membuatku iri. Dari mana kau peroleh pakaianmu yang indah itu?

PEREMPUAN TUA
Tentu saja dari Paris! Aku telah mengirimkan ukuran-ukuran tubuhku kepada Maison Piquet dan kemudian menyuruh membuat pakaian itu di sana.

PEREMPUAN PEREMPUAN
Benar begitu?

PEREMPUAN KETIGA
Ya, kalau tidak begitu tidak mungkin. Apa yang mereka buat di Jepang sini selalu begitu kampungan.

LAKI-LAKI PERTAMA
Tidak sangsi lagi. Mengapa harus kau pusingkan? Kau mau tidak mau harus mendatangkan pakaianmu dari luar negeri.

LAKI-LAKI KEDUA
Tepat. Danitu juga berlaku buat kami. Adakah kalian melihat rok yang di pakai Perdana Menteri semalam? London. Kota ini masih tetap merupakan kiblat buat pakaian laki-laki.
(Sambil tertawa dan bercakap-cakap, perempuan-perempuan itu membentuk sebuah lingkaran di seputar perempuan tua dan penyair itu. ketiga laki-laki itu duduk di atas sebuah bangku sambil bercakap-cakap)

LAKI-LAKI KETIGA
Komachi betul-betul mempesona!

PEREMPUAN KETIGA
Memang, dalam sinar bulan seperti sekarang ini seorang tukang tenung pun akan kelihatan cantik!

LAKI-LAKI PERTAMA
Ya, tetapi dalam sinar matahari yang terang benderang sekalipun Komachi akan kelihatan cantik, dan dalam sinar bulan jadinya dia kelihatan betul-betul seperti bidadari, dan…

LAKI-LAKI KEDUA
Ya, dan anda akan kehilangan kata-kata anda.

LAKI-LAKI KETIGA
Ya, dan dia pandai pula menjauhkan para pria dari dirinya! Dan karenanya mereka banyak pula bergunjing tentang dia…

LAKI-LAKI PERTAMA
Dia betul-betul seorang ‘dara’ maksudku dia masih perawan. Ini sungguh-sungguh apa yang biasa kaunamakan suatu ‘histoire scandaleuse’!

LAKI-LAKI KEDUA
Kapten Fukaksa sangat tergila-gila kepadanya. Adakah kalian melihat betapa pucat dan kurusnya dia? Seolah-olah dia tidak pernah makan apa-apa.

LAKI-LAKI KETIGA
Sehari-harian dia tidak berbuat lain kecuali menulis sajak-sajak untuk Komachi, dan tugas-tugasnya sebagai perwira sama sekali dilalaikan. Justeru suatu hal yang aneh bahwa, para perwira pengawal lainnya masih mau bergaul dengan dia!

LAKI-LAKI PERTAMA
Apakah salah satu dari kita masih mungkin mendapat kesempatan menurut pendapatmu?

LAKI-LAKI KEDUA
Haha! Yang kucapai tidak mungkin lebih jauh dari suatu ‘espoir’, aku Cuma bisa berharap.

LAKI-LAKI KETIGA
Tidak, mengenai hal itu aku tidak punya pengharapan lebih besar daripada ‘une sardino’.

LAKI-LAKI PERTAMA
Ya, aku akan lebih cepat sampai di dalam kaleng atau jarring, daripada di tempat tidurnya… Dan begitu pula keadaannya dengan aku. Ah! Yang paling menjengkelkan dari ikat pinggang Eropah dia selalu menjadi terlalu sempit setelah makan.
(dua orang pelayan muncul. yang seorang menghidangkan sebuah baki dengan cocktail, yang seorang lagi menghidangkan sebuah baki dengan hors d’oeuvres. semua orang mengambil hidangan. hanya penyair itu memandang seperti terpukau kepada perempuan tua. ketiga orang perempuan itu, sambil memegang sebuah gelas di tangannya masing-masing, duduk di atas sebuah bangku yang terletak berhadapan denganbangku para laki-laki itu)

PEREMPUAN TUA
Aku mendengar bunyi gemercik air di suatu tempat, tetapi aku tidak melihat apa-apa. Aneh rasanya seperti sedang hujan nun di kejauhan.

LAKI-LAKI PERTAMA
Suaranya merdu sekali! Begitu jernih laksana gemercik mata air.

 PEREMPUAN PERTAMA
Kalau mendengar dia berbicara kedengarannya seperti sedng membacakan sajak-sajak.

PEREMPUAN TUA
Mereka sekarang sedang berdansa! Bayang-bayang mereka berlintasan sepanjang kaca-kaca jendela dan malam menjadi terang dan gelap. Bagaikan api yang sedang meruak dan padam.

LAKI-LAKI KEDUA
Tidakkah kau sependapat bahwa suaranya mengandung gairah? Suara yang menghujam dalam ke dalam hatimu?




PEREMPUAN KEDUA
Aku seorang perempuan, tetapi aku menggigil kedinginan kalau aku mendengar suaranya.

PEREMPUAN TUA
Wahai! Kau dengar lonceng-lonceng itu? Kau dengar roda-roda itu, derap kuku-kuku kuda itu? … kereta siapakah gerangan? Aku masih belum melihat orang dari kalangan istana. Lonceng itu kedengarannya seperti lonceng kereta Kaisar. Amboi, alangkah pengapnya di sini, bau itu…

LAKI-LAKI KETIGA
Komachi membuat semua perempuan lain di sekitar dirinya menjadi pucat.

PEREMPUAN KETIGA
tetapi itu keji sekali. dia tak tanggung-tanggung mencuri warna tas tanganku!
(musik mengumandangkan lagu wals baru. semua orang menyimpan kembali gelas masing-masing di atas baki pelayan dan mereka mulai berdansa lagi. perempuan tua dan penyair itu masih tetap berdiri dengan sikap yang sama)

PENYAIR
Semua betul-betul ajaib…

PEREMPUAN TUA
Apanya yang ajaib?

PENYAIR
Entahlah … Aku …

PEREMPUAN TUA
Jangan kau katakana! Jangan kau coba mencari kata-kata! Aku tahu apa yang mau kaukatakan…

PENYAIR
Kau.. kau begitu…

PEREMPUAN TUA
Begitu… cantik! Bukankah itu yang mau kaukatakan? Jangan kau katakana! Barangsiapa mengatakannya umurnya tidak akan panjang lagi. Aku peringatkan!

PENYAIR
Tetapi…

PEREMPUAN TUA
Kalau kau masih saying kepada hidupmu… diamlah!

PENYAIR
Tidak. Ini betul-betul terlalu aneh! Kita tidak bisa memberi nama lain kecuali keajaiban!

PEREMPUAN TUA
Betul begitu? Apakah yang semacam itu sekarang disebut keajaiban? Padahal itu merupakan suatu yang paling biasa di dunia.

PENYAIR
Tetapi kerut-kerut itu…

PEREMPUAN TUA
Apa? Adakah kerut-kerut pada mukaku?

PENYAIR
Tetapi memang itu yang mau kukatakan barusan! Sekarang aku tidak melihat kerut-kerut lagi pada mukamu.

PEREMPUAN TUA
Tentu saja tidak! Mana mungkin pula seorang laki-laki selama sertus malam bisa memuja tukang tenung yang keriput?... Jangan lagi kita bicara tentang hal itu. Mari kita berdansa.
 (Mereka berdansa bersama-sama. pelayan-pelayan itu pergi. satu pasangan ke empat muncul. kemudian keempat pasangan itu duduk di atas kursi, sambil berbisik-bisik mesra)

PEREMPUAN TUA
Kau letih?

PENYAIR
Tidak.

PEREMPUAN TUA
Kau kelihatan payah sekali.

PENYAIR
Aku selalu kelihatan begitu.

PEREMPUAN TUA
Apakah itu suatu jawaban?

PENYAIR
Sekarang adalah malam keseratus.

PEREMPUAN TUA
Namun…

PENYAIR
Apa yang mau kaukatakan…

PEREMPUAN TUA
Mengapa mukamu tiba-tiba berubah? Ada apa?

PENYAIR
Tidak ada apa-apa. Aku merasa sedikit pusing.




PEREMPUAN TUA
Bagaimana kalau kita masuk?

PENYAIR
Jangan. Aku lebih senang tinggal di sini. Di dalam sana terlalu rebut untukku.

PEREMPUAN TUA
Musik telah berhenti. Alangkah sunyinya tiba-tiba.

PENYAIR
Ya, yang masih tinggal sekarang haya kesunyian.

PEREMPUAN TUA
Apa yang kau fikirkan?

PENYAIR
Tidak ada. Tetapi mungkin juga ada. Aku punya firasat yang aneh barusan. Firasatku berkata, seolah-olah kita berdua sekarang harus berpisah, untuk kemudian kita baru bertemu lagi setelah seratus tahun yang akan datang, mungkin sedikit kurang dari satu abad.

PEREMPUAN TUA
Kalau begitu kita harus bertemu lagi di mana? Di kuburan barangkali? Atau di neraka? Aku kira itulah yang paling masuk akal.

PENYAIR
Tunggu! Ada sesuatu yang tiba-tiba muncul dibenakku!... Sebentar! Rasanya tempatnya ama seperti di sini. Aku akan melihatmu kembali di tempat yang sama seperti ini.

PEREMPUAN TUA
Sebuah taman…, lentera-lentera gas, bangku-bangku, pasangan-pasangan yang sedang jatuh cinta…

PENYAIR
Ya, segala akan sama pula. Hanya satu hal saja yang ingin kuketahui… kau dan aku akan bagaimana kelihatannya kelak.

PEREMPUAN TUA
Aku tidak percaya bahwa aku akan jadi bertambah tua lagi.

PENYAIR
Boleh jadi akulah yang tidak akan jadi tua.

PEREMPUAN TUA
Delapan puluh tahun setelah hari ini… Niscaya di dunia ini sudah banyak yang akan berubah bukan?

PENYAIR
Hanya yang dibuat oleh manusia yang akan berubah… Sebuah mawar akan tetap sebuah mawar juga delapan puluh tahun yang akan datang.

PEREMPUAN TUA
Aku ingin sekali tahu, apakah di Tokio nanti masih akan ada kebun-kebun sunyi seperti ini.

PENYAIR
Rumput dan rumput liar akan menyelimuti semua kebun yang ada…

PEREMPUAN TUA
Tetapi burung-burung akan merasa betah di situ.

PENYAIR
Seluruh sinar bulan di dunia akan memancar di atas kebun-kebun itu.

PEREMPUAN TUA
Dan kalau kau naik ke atas sebuah bangku dan kemudian kau memandang ke sekitar, maka kau akan melihat semua lampu di kota, dan ketika itu akan terasa olehmu seolah-olah kau sedang memandang semua lampu di dunia.

PENYAIR
Kata-kata apa yang akan kita ucapkan, kalau kita bertemu lagi seratus tahun yang akan datang?

PEREMPUAN TUA
Menurut hematku, kira-kira seperti: Sayang sekali kita tak pernah saling berhubungan!

PENYAIR
Apakah kau benar-benar akan menepati janjimu?

PEREMPUAN TUA
Janjiku?

PENYAIR
Ya, janji malam kesertus itu.

PEREMPUAN TUA
Apakah kau meragukannya? Setelah segala apa yang pernah kukatakan paamu

PENYAIR
Ya, malam ini keinginanku pasti akan terpenuhi. NAmun alangkah anehnya peraaan ini. Begitu menawarkan hati. Seolah-olah di tanganmu kau tiba-tiba memunyai sesuatu, yang sudah lama, sudah lama sekali kau inginkan.

PEREMPUAN TUA
Aku kira, untuk seorang laki-laki perasaan semacam itu mengerikan mestinya.



PENYAIR
Perwujudan mimpi-mimpiku… dan barangkali akan datang pula harinya di mana aku pun akan merasa jemu terhadapmu! Tetapi kalau seorang laki-laki juga bisa merasa jemu terhadap orang semacam kau, kehidupan sesudah mati itu niscaya bukan main mengerikannya! Dan betapa tak tertanggungkan hari-hari dan bulan-bulan yang tak berakhir itu sampai aku mati! Suatu kejemuan yang abadi!

PEREMPUAN TUA
Hentikanlah !... Diamlah!.

PENYAIR
Tidak mungkin.

PEREMPUAN TUA
Ini sudah terlalu gila sekarang. Mengapa kau harus memaksa dirimu untuk meneruskan sesuatu yang sebenarnya sama sekali tidak kauinginkan?

PENYAIR
Siapa yang bisa mengatakan bahwa aku tidak menginginkan? Aku merasa sangat bahagia! Aku merasa, seolah-olah aku sertamerta akan bisa terbang ke langit, - namun sekaligus dengan itu aku pun merasa bukan kepalang sedihnya.

PEREMPUAN TUA
Engkau terlalu bernafsu.

PENYAIR
Apakah kau betul-betul tidak akan berbuat sesuatu, kalau sudah mulai menjemukanku?

PEREMPUAN TUA
Aku sama sekali tidak akan mengacuhkannya. Dalam hal itu akan segera ada laki-laki lain yang akan mendambkanku selama seratus malam. Keadaan semacam itu tidak akan membuatku jemu.

PENYAIR
Aku tidak akan peduli, kalau sekarang aku harus segera mati. Kesempatan seperti ini hanya sekali saja dialami manusia selama hidupnya… Bagiku peristiwa itu akan kualami malam ini.

PEREMPUAN TUA
Jangan kau mulai lagi beromong-kosong!

PENYAIR
Malam ini atau tidak sama sekali! Tubuhku menggigil, kalau aku teringat bahwa aku harus melampaui malam ini seperti dahulu. Dengan perempuan-perempuan lain. Yang kugauli. Fikiran akan hal itu tidak bisa kutanggungkan!

PEREMPUAN TUA
Tetapi seseorang hidup tidak hanya untuk mati!

PENYAIR
Siapa yang akan mengatakannya? Boleh jadi manusia mati untuk hidup.



PEREMPUAN TUA
 Itu Cuma cara mengucapkan semata. Cara mengucapkan yang teramat konyol!

PENYAIR
Tolonglah aku. Menurutmu, apa yang harus kulakukan?

PEREMPUAN TUA
Pergilah! Itulah satu-satunya yang bisa kaulakukan.

PENYAIR
Tidak, dengarlah! Beberapa jam lagi bahkan mungkin beberapa menit lagi akan datang saatnya yang tiada akan menjadi ada duanya lagi di dunia ini. Di tengah malam matahari akan terbit. Sebuah kapal dengan layer terkembang penuh akan mengarungi jalan-jalan. Sejak masa kanak-kanak aku telah bermimpi akan hal itu. Entah mengapa. Sebuah kapal layar raksasa menderu di tengah-tengah kebun, pecahan ombaknya gemuruh di antara daun-daun pepohonan, dan di atas segala gemuruh kapal itu bertengger burung-burung kecil… Dalam mimpi itu aku merasa begitu bahagia sehingga jatungku berhenti berdetak.

PEREMPUAN TUA
Rupanya engkau terlalu banyak minum!

PENYAIR
Kau tidak percaya? Malam ini juga, beberapa menit lagi sesuatu yang mustahil akan terjadi.

PEREMPUAN TUA
Hal-hal yang mustahil tidak akan terjadi!

PENYAIR
Aneh… Mukamu…

PEREMPUAN TUA
Beberapa perkataan lagi dan dia harus mati. Aneh sekali? Mukaku? Lihatlah! Lihat betapa jelek mukaku jadinya dengan segala kerut itu! Datanglah lebih dekat, bukalah matamu!

PENYAIR
Kerut-kerut? Kerut-kerut apa?

PEREMPUAN TUA
Lihatlah! Pakaian compang-camping! Baunya busuk! Penuh dengan kutu. Dan lihatlah tanganku, betapa menggigilnya tangan itu! Dan betapa panjang dan kotornya kukuku! Tidak!

PENYAIR
Bau wangi semerbak dari tubuhmu! Warna kukumu bagai putik-putik seruni!

PEREMPUAN TUA
Dan ini, lihat buah dadaku! Warnanya coklat dan mongering! Buah dada seorang perempuan tidak boleh nampak seerti itu! Rabalah! Raba! Hampa dan layu!



PENYAIR
Alangkah nikmatnya tubuhmu!

PEREMPUAN TUA
Umurku sembilan puluh sembilan tahun! Bangunlah! Nyalangkan matamu! Perhatikan aku baik-baik!

PENYAIR
Akhirnya! Akhirnya aku teringat…

PEREMPUAN TUA
Kau ingat?

PENYAIR
Ya,… begitulah. Engkau dulu seorang perempuan tua berumur sembilan puluh sembilan tahun! Kepalamu penuh kerut-kerut. Matamu berair dan pakaianmu bau busuk.

PEREMPUAN TUA
Dulu? Tidakkah kau lihat, bahwa aku masih tetap betina tua?

PENYAIR
Aneh! … Matamu sejuk jernih bagaikan mata gadis dua puluh tahun dan bau wangi yang mempesona terpancar dari pakaianmu. Engkau menjadi muda lagi!

PEREMPUAN TUA
Jangan katakana! Bukankah ku telah memperingatkanmu? Tidak tahukah kau apa yang akan terjadi kalau kau mengatakan aku cantik?

PENYAIR
Kalau aku berpendapat bahwa sesuatu cantik, maka aku harus mengatakannya, sekalipun aku harus mati karenanya.

PEREMPUAN TUA
Gila! Demi Tuhan, janganlah kau berkata lagi! Aku mohon! Katakan saja yang lainnya! Bagaimana terusnya, dengan saat yang baru aja kau katakana tadi.

PENYAIR
Baiklah! Aku akan mengatakannya.

PEREMPUAN TUA
Jangan, jangan, jangan kau lakukan hal itu!

PENYAIR
Saatnya telah tiba! Saat yang sudah kutunggu selama sembilan puluh sembilan malam, sembilan puluh sembilan tahun yang berkepanjangan.

PEREMPUAN TUA
Matamu menyala-nyala! Jangan kau lakukan! Janganlah kau mengatakan. Aku mohon!

PENYAIR
Aku harus mengataknnya padamu, Komachi! Engkau cantik! Engkau perempuan paling cantik di dunia. Dan kecantikanmu tidak akan memudar, sekalipun sudah seribu tahun.

PEREMPUAN TUA
Jangan katakan! Jangan katakan! Engkau pasti akan menyeal!

PENYAIR
Aku tidak akan menyesal!

PEREMPUAN TUA
Kau gila! Aku melihat tanda kematian telah tercoreng di atas keningmu.

PENYAIR
Aku tidak mau mati!

PEREMPUAN TUA
Aku telah melakukan segala apa yang aku bisa untuk melindungimu.

PENYAIR
Kedua tangan dan kakiku telah menjadi dingin… Aku tahu pasti, seratus tahun lagi kita akan bertemu kembali di sini, di tempat yang sama.

PEREMPUAN TUA
Lagi-lagi menunggu seratus tahun!
(penyair itu jatuh ke tanah dan meninggal. tirai-tirai hitam di latar-belakang serentak bergeser. perempuan tua itu duduk di atas bangku dan memandang nanap ke depan. sesudah itu dia mulai lagi memilih-milih puntung-puntung rokoknya. selagi dia sibuk dengan itu, seorang agen polisi muncul. dia membungkuk di atas mayat penyair itu)

AGEN POLISI
Mabuk. Bedebah… pemabuk-pemabuk! Ayo bangun! Di rumah binimu sedang menunggu. Lekas pulang sehingga dia bisa membaringkanmu di atas sarangnya… atau mungkinkah dia mati? … Persetan, dia mati! Hai, Mak tua… adakah kau melihatnya jatuh? Kau melihatnya tadi?

PEREMPUAN TUA (Menengadah sejenak)
Dia terjatuh beberapa waktu yang lalu.

AGEN POLISI
Dia masih hangat.

PEREMPUAN TUA
Itu berarti dia baru saja meninggal.

AGEN POLISI
Ya, aku memang pintar sekali! Aku bertanya kepadamu apakah kau melihatnya ketika dia jatuh. Jam berapa ketika kau datang ke mari?



PEREMPUAN TUA
Kira-kira setengah jam yang lalu. Dia sudah mabuk dan mulai gatal tangannya.

AGEN POLISI
Gatal tangannya? Terhadapmu? Jangan melucu!

PEREMPUAN TUA (Merasa terhina)
Apakah itu begitu aneh! Itu Seuatu yang sangat wajar!

AGEN POLISI
Oh, kuharap saja kau mampu melindungi dirimu!

PEREMPUAN TUA
Ah, aku tidak apa-apa. Dia Cuma agak menggangu. Untuk beberapa saat dia merengek-rengek padaku, dan sesudah itu dia tiba-tiba jatuh, terjerembab. Aku kira dia telah jatuh tertidur.

AGEN POLISI
Hai! Kalian di sana! Tidak tahukah kalian bahwa di taman ini kalian tidak boleh tidur? Di sini bukan tempat penampungan orang-orang tak berumah! Ke sini! Aku perlu beberapa laki-laki untuk membantuku. (DUA ORANG itu mengangkat PENYAIR dan menggotongnya pergi dari situ)

PEREMPUAN TUA (Membungkuk lagi di atas puntung-puntung rokoknya dan dengan seksama memilih-milih puntung-puntung rokok itu)
Satu ditambah satu, dua… dua ditambah dua, empat. Satu ditambah satu, dua dan dua ditambah dua, empat….



LAYAR

Senin, 06 Mei 2013








BIDADARI TANPA SAYAP
Puisi Siti Halimah

Kelembutan hatinya membuatku terpana. . .
Melihat kehindahan Rembulan,
Sama seperti melihat keindahan wajahnya.

Sungguh kuat dia menghadapi ini semua. . .
Menghadapi keaadaannya yg begitu nyata.
Merasakan penderitaannya sendirian.
Dan mengukur penderitaan diatas mimpi . . .

Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap,
Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti.....
Berada di atas awan.
DIRIMU YANG SATU
Puisi Dwi Melindawati

Andai kau tahu
Apa isi hatiku ini ?
Apa yang ku rasakan saat ini ?

Jika kau bisa merasakan
Ku mohon... balas rasa ini !
Ku mohon ungkapkan rasa yang ada di hati mu !

Andai kau  tahu...
Hanya dirimulah yang ada di hati..
Hanya nama mu yang terukir di jiwa ..
Hanya wajah mu yag ada di bayangan ku...

Dirimu yang satu ...
Telah menebar cinta di hatiku
Telah membagi rasa indah di hati
Walau hanya aku yang merasakan

Cinta itu timbul ...
Saat ku lihat dirimu
Dan tiba-tiba saja rasa itu timbul
Di hati ku.......karna hanya dirimu di hati ...
 MELUKIS CINTA
Puisi Metana Azka

Dapatkah aku melukis cinta untukmu?
Mengguratkan sejuta warna
yang bisa membuatmu indah..

Dapatkah aku melukis cinta untukmu?
Seperti notasi mimpi kupu-kupu
bersayap biru,
Terbang bersama menuju negeri pelangi..

Dapatkah aku melukis cinta untukmu?
Mengisyaratkan lelahku di jalan resah!

(Jogja, 2008)
SELEMBAR PUISI UNTUK KEKASIH
Puisi Triana

Terpaku dalam kegundahan hati
Terasa tak dapat ku lawan dengan jari-jari
Tiada lagi tempat hari yang terasa ada
Hanya lelah
Lelah yang ku rasa……………

Andaikan waktu itu tak terjadi
Mungkin hatiku takan remuk seperti ini
Langkahku terhenti dalam kelamnya malam
Mataku terhalang jurang yang dalam
Pendengaranku sayup-sayup tak menentu
Hatiku terombang ambing dalam ombak kemarahan
Ragaku tak berkuasa untuk berfungsi
Mungkin tiada lagi yang dapat terjadi saat ini
Semangatku lemah hatiku susah
Teringat malam itu yang menyakitkan
Inikah kehidupan?

Kurasa semua bukan seperti ini
Mungkin masih ada titik terang
Yang akan menyinari kegelapan hati
Memberi pujian untuk diri sendiri
Meredamkan semua yang ada saat ini
Hingga aku dapat kembali ke kehidupan yang indah ini
AKU MOHON DENGAN SANGAT KEPADAMU
Oleh Siamsyu

Kembalilah wahai sayangku
Kembali padaku
Cintailah aku setulus hatimu
Karena aku tak bisa hidup tanpamu
Dan bila suatu saat nanti

Aku pergi
Bukan karena aku menyerah
Namun ku pergi karena waktu
Dan ruang yang memisahkan kita
Apabila itu terjadi
Maafkanlah bila aku
Tiada lagi disisimu

Karena kita terpisah ruang dan waktu
Bila saja waktu memihakku
Sejak dari awal sejal terakhir ku bertemu denganmu
Harusnya ku bilang sayang
Ku bilang cinta
Karena semua itu milikmu

Kemudian
Tetaplah jalani mimpimu
Meski saat itu nanti tak bersamaku
Karena bagiku
Bahagiamu damaikan hatiku. . .
RASA CINTAKU
Oleh Suci Novitasari

Kau tiba-tiba hadir dan isi hatiku yang kosong...
Hanya kau yang ada dipikiranku sekarang...
Aku tak tau bagaimana caramu mengisi hatiku...
Engkau sungguh membuatku tak mengerti...
Rasanya hatiku jadi tak menentu...
Untukku kau sangat berharga...
Lihatlah diriku ini yang berjuang untuk cintamu...

Aku sangat mencintaimu
Namun kau tak pernah sadari itu
Walau perih hati ini...
Aku disini kan selalu setia menantimu...
Rasakanlah cintaku ini begitu besar untukmu...
TERINGAT DIRIMU SELAMANYA
Oleh Eggady Peterson

Dalam luang waktu ku coba lupakan
Sejenak memendam kisah lama yang silam
Melihat pelangi yang kini t'lah kelam
Gelap gulita dan sunyi mencekam

Nampak hadirmu dalam ingatan
Terlihat jelas tapi menyakitkan
Walau terasa kau ku dambakan
Membuat aku dalam kesepian

Meski kau ku cinta tapi tak sebaliknya
Kau yang ku puja takkan terlupa
Seringkali kau nampak senangkan
Dan tak jarang kau juga menyakitkan

Kerinduan ini membuatku gila
Kehilangan dirimu sebuah luka
Berangan aku tuk selamanya
Hingga mati pun slalu bersama

Dan mungkin seandainya nanti
Mentari tak bersinar lagi
Kau tetap dan s'lalu disisi
Menemaniku dalam indahnya surgawi


Cerita Lucu Sariawan

Setelah Jalan jalan, Udin, memasuki pelataran sebuah rumah makan. Dia kelaparan. Dilihatnya masih ada satu tempat yang kosong, langsung dia menghampiri pelayan untuk memesan makanan. Beberapa menit kemudian pesanan pun datang dan tanpa menunggu lama dia langsung menyantap hidangan. Lagi asyiknya makan, datanglah seorang cewek cantik. Wajahnya oriental, Pakai celana pendek. Karena semua tempat penuh, cewek itu lalu bergabung semeja dengan Udin. Jadi, satu meja dua tempat duduk. Udin terpana melihat kecantikan cewek itu, sampai-sampai dia menunda santapannya. Entah kenapa, tiba-tiba Udin tersadar dan dengan reflek dia menutup mulutnya pakai kedua belah tangannya. Si cewek yang melihat tingkah aneh Udin lantas bertanya,
Ce : "Mas, kenapa nggak makan. Panas dalam ya?".
Udin : (Geleng-geleng kepala).
Ce : "Susah buang air ya?".
Udin : (Tetap geleng-geleng kepala).
Ce : "Mas pasti sariawan. Bibirnya pecah-pecah ya?".
Udin : (Sambil membuka kedua belah tangannnya dari mulutnya), ”Iya, pecahnya besar sekali".
Rupanya bibir Udin sumbing.

Cerita Lucu Nenek sayang Cucu

Tini baru berumur dua setengah tahun, tapi cerewetnya bukan main.
Dan namanya saja anak kecil jadi kalau bicara juga ceplas ceplos (Maklum, Ibunya
dulu ngidam beo panggang ).Kadang-kadang ucapannya membuat malu ibunya seperti kalau sedang ada tamu Tini dengan santai bilang pada ibunya "Bu, Tini mau kencing" atau "Bu, Tini mau beAb .
Oleh sebab itu lah ibunya membuat istilah khusus untuk itu, yaitu kalau buang air
kecil harus bilang "Bu, Tini mau siul" dan kalau buang air besar, bilang "Bu, Tini mau nyanyi."Hal tersebut sangat diingat oleh Tini sehingga dia sendiri lupa apa kata asli dari dua hal itu.
Hal ini sudah berlanjut sampai lebih dari 2 bulan dan tidak pernah sekalipun Tini salah ucap. Dan si Ibu tidak pernah lagi dipermalukan oleh Tini di depan tamunya. Pada suatu waktu datanglah Nenek Tini dan berniat untuk menginap di rumah Tini dengan membawa oleh-oleh buah pepaya dari kampung. Namanya juga anak kecil yang sudah lama tidak ketemu sang nenek, maka Tini minta ijin pada ibunya untuk tidur bersama neneknya. Si ibu memperbolehkan sambil menasehati agar Tini tidak boleh ngompol, dan kalau sudah kepingin buang air harus bilang sama nenek supaya diantar ke kamar mandi.
Dengan gembira Tini langsung meng-iya-kan dan tidurlah si nenek dan cucunya. Mungkin karena terlalu banyak makan papaya pemberian si nenek, tengah malam Tini mulai merasakan perutnya mules. Karena ingat pesan ibu, maka Tini membangunkan neneknya yang sedang lelap tidur sambil berkata :
"Nek, nek. Tini mau nyanyi".
Dengan sabar si nenek menjawab :"Cu, ini sudah malam. Jangan nyanyi sekarang nanti tetangga pada bangun. Besok saja yaa..".
Tapi si Tini yang sudah mules berat memaksa neneknya untuk 'nyanyi' sekarang juga. Karena saking sayangnya pada si cucu, akhirnya si nenek setuju dan
katanya "Boleh nyanyi sekarang, tapi pelan-pelan aja nyanyi dikuping nenek."
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Cerita Lucu Toko Obat

Alkisah di suatu pasar di bilangan Jakarta ada 2 toko obat. Toko obat pertama milik wan Abud keturunan Arab, dan toko yang kedua milik koh Ahing orang keturunan tionghoa. Toko mereka bersebelahan, tapi toko koh Ahing lebih laris dibanding toko milik wan abud. Semakin hari semakin banyak saja pelanggan koh Ahing. Bahkan langganan wan abud juga ikut pindah ke toko sebelah milik koh ahing lantaran koh Ahing bikin promo "TIDAK SEMBUH UANG KEMBALI 3X LIPAT". Wan abud semakin geram saja...
Suatu ketika wan Abud berniat jahat kepada koh Ahing dengan maksud merebut pelanggan koh Ahing dengan strategi nya..

Wan Abud: "sialan si ncek, toko ane jadi ga laku.. Biarin Ntar ane kerjain tuh orang. Ane pura2 sakit trus bilang ke orang2 kLo ane ga sembuh minum obatnya si Ahing".

Wan Abud: "permisi Koh Ahing.."
Koh Ahing: "Eh..wan Abud, tumben..ada apa? Toko nya juga kok blm buka, knp wan Abud?
Wan Abud: "Iya nih koh, ane lagi sakit. Mau beli obat sama ente. Kan obat ente terkenal manjur..sampe2 bikin iklan TIDAK SEMBUH UANG KEMBALI 3X LIPAT segala".
Koh Ahing: "Marah banget roman nya . Ente sakit apa wan Abud??"
Wan Abud: "Ane sakit mati rasa nih koh Ahing"
Koh Ahing: "oohh..mati rasa, saya ada obatnya yg mujarab". "Ling-ling..tolong ambil obat di kotak nomor 8 buat wan Abut" (teriak koh ahing kepada ling2 anak nya)

Tak lama berselang, ling-ling datang membawa obat yang diambil nya dari kotak nomor 8

Koh Ahing: "ini wan abud obat mati rasa nya. Langsung di minum aja wan Abud
Wan Abud: "Ane minum ni yee...
Saat obat baru sampai di lidah wan abud, ia merasakan hal yg aneh..lalu ia berkata
Wan Abud: ": Sialan luh koh, ini mah Kotoran KAMBING"
Koh Ahing: " ente bilang mati rasa wan abud, itu bisa ngerasain Kotoran KAMBING? "

Niat jahat wan Abut untuk merebut pelanggan koh Ahing pun gagal lantaran kecerdikan koh Ahing yg sudah membaca niat jahat wan Abud. Dengan perasaan kesal ia pun beranjak pulang ke rumah.

Di rumah ia menyusun rencana lain untuk menjatuhkan koh Ahing. kali ini ia tidak sendiri, tapi dibantu asisten nya yang bernama Udin

Wan Abud : " Udin lu besok ikut gw ke toko si Ahing, gw mo ngerjain dia. Ntar gw pura2 hilang ingatan trus lu minta obat hilang ingatan buat gw sama si Ahing". Trus gw pura2 ga sembuh, nnti lu triak ke orang2 kLo obat dia ga manjur trus lu minta uang ganti rugi 3x lipat
Udin : "Siap juragan

keesokan hari nya Udin dan wan Abud pergi ke toko koh Ahing
Koh Ahing: "eh udin..kenapa itu bos lu kya orang linglung??
Udin: "ini koh, bos saya sakit hilang ingatan, saya minta obat buat nyembuhin bos saya dari sakit hilang ingatan".
Koh Ahing: "Ada kok din, tenang aja." "Ling-ling, tolong ambil obat di kotak nomor 8" (koh Ahing meminta anaknya untuk mngambil obat di kotak nomor 8

yang awal nya berlagak seperti orang hilang ingatan, sembari meninggalkan toko koh Ahing wan Abud berkata
Wan Abud: "Dasar Ncek giLa...gw mau di kasih kotoran KAMBING lagi, sialan lu"
Koh Ahing: "kata nya hilang ingatan, itu masih inget sama Kotoran KAMBING.

Cerita Humor Ulang Tahun

Hari ini adalah hari yang (harusnya) spesial bagi Bambang, namun dia merasa tidak demikian di hari ulang tahunnya ini ketika dia baru membuka mata dia bukannya dapat ucapan "selamat" dia malah disambut oleh caci maki sang istri, kedua anaknya bertengkar hebat, dalam perjalanan ke kantor pagi tadi dia tejebak macet, belum lagi ban nya bocor, terus sesampainya di kantor pun rupanya tak ada yang menyadari hari ulang tahunnya pikirnya.

Untunglah ada Rika, sekertarisnya yang baik serta pengertian (plus cantik) yang mau menghiburnya.
"Bapak kelihatan murung, ada apa pak.?"
"Nggak, nggak ada apa-apa." Hufft rupanya Rika juga gak tau hari ulang tahunku.
"Emmm, bapak ntar habis pulang mau temenin rika makan nggak.? rika tau restoran enak yang kemarin baru dibuka." sambil mengedipkan mata.
"OK, baiklah".

Direstoran mereka berdua makan. Selesai makan mereka ke tempat karaoke. Kemudian malamnya Pak Bambang mengantar Rika ke apartemennya.
"Bapak mau mampir dulu.?, sebentar aja Pak..."
"OK lah, sebentar aja ya.." dari pada di rumah kena marah lagi pikirnya.

"Wah Rika gak nyangka ya kamu juga suka film gituan." Pak Bambang tak sengaja melihat beberapa film diantara beberapa koleksi DVD Rika di ruang tamu.
"Ah pak, cuma penasaran aja, hehe."
"Penasaran kok ada beberapa keping gitu...". Pak Bambang tersenyum.
Kemudian lama-lama pembicaraan menjerus ke hal-hal yang lebih.
"Emmm, pak Bambang saya permisi sebentar mau ke belakang ada sesuatu yang mau dibenerin. Bapak tunggu di kamar saya aja yahhh..." Rika mengedipkan matanya sambil tersenym manis.
Pak Bambang yang mengerti "KODE" itu pun beranjak ke kamar Rika sambil bersiul-siul.
"Heheheh.., Gak nyangka bisa "ginian" semudah ini sama Rika..." katanya dalam hati.

Tak lama Rika pun menyusul masuk. Dan Pak Bambang yang berbaring di atas ranjang dan sudah tak mengenakan sehelai benang pun hanya bisa TERPAKU melihat Rika membawa kue ultah bersama anak istri dan rekan-rekan kerja Pak Bambang.

Cerita Lucu Dua ORang Mati

Ada dua orang yang sudah mati ditanya malaikat penjaga gerbang sebelum masuk ke alam baka.

Malaikat: Kenapa kamu ada di sini?

Orang 1: "Sewaktu saya dikantor, saya diberitahu tetangga kalau istri
saya sedang berselingkuh dengan laki-laki lain di apartemen saya.
Karena itu saya langsung ngebut pulang. Sampai di rumah saya
obrak-abrik seluruh kamar mencari laki-laki itu. Marah nggak ketemu,
saya lempar apa saja yang saya temukan keluar jendela, termasuk koper
yang ada di samping tempat tidur. Saking emosinya saya kena serangan
jantung."

Malaikat: "Kalau kamu?" (tanya malaikat ke orang kedua)

Orang 2: "Hhh… saya ada di dalam koper yang dibuang tadi.."

Cerita Humor Kaki Kambing

Dalam sebuah pelajaran matematika, Ibu guru bertanya kepada murid.

Ibu Guru : Kaki ayam ada berapa, Bonar ?
Bonar : Dua bu
Ibu Guru : Bagus, sekarang jojon, kaki kambing ada berapa ?
Jojon : Delapan Ibu Guru
Ibu Guru : Bagaimana bisa begitu ?
Jojon : Coba hitung, 2 kaki depan, 2 kaki belakang, 2
kaki kiri dan 2 kaki kanan. Kan 2+2+2+2=8
Ibu Guru : Jojon, sungguh pintar kau seperti pejabat saja.

Cerita Lucu Maling

Alkisah suatu malam ada dua orang maling yang baru saja berhasil merampok sebuah warung
Maling 1 : Jon lu tadi ngambil barang apa aja?
Maling 2 : Gw ngambil perhiasan, duit sama TV LCD 32 inchi
Maling 1 : Kalo gw berhasil ngambil sendal si pemilik warung
Maling 2 : Jiah lu bego banget. Ngapain ngambil sendal. Kenapa ngga ngambil barang berharga oon.
Maling 1 : lu tuh yang bego. Gw ngambil sendal si pemilik warung supaya dia ngga bisa ngejar kita.
Maling Dua : ?!?!?!@##

Nah segitu dulu cerita lucu yang bisa saya berikan disini. Tapi jangan kuatir seperti saya bilang diatas kalo temen temen suka nanti akan saya update dengan cerita cerita humor yang lebih lucu lagi. Ok semoga temen temen semua terhibur dengan membaca cerita lucu ini, Salam.
Sepak bola adalah salah satu olahraga permainan yang paling banyak digemari dan selalu menjadi perhatian banyak orang. Momen Piala Eropa tahun ini seakan makin memanjakan para pecinta bola, karena bisa melihat langsung aksi tim favorit mereka dari layar kaca.Selain menarik untuk ditonton, banyak orang yang juga lebih memilih untuk terlibat langsung bermain dalam olahraga ini. Beberapa riset menunjukkan, bermain sepakbola dapat membangun rasa percaya diri untuk anak-anak dan meningkatkan kebugaran. Berikut adalah 5 manfaat kesehatan fisik yang dapat Anda peroleh dari bermain sepak bola, yang juga dapat meningkatkan kualitas hidup Anda :

1. Kebugaran kardiovaskular


Berlari dan mengejar bola selama bermain selama 90 menit tidak hanya meningkatkan kebugaran kardiovaskular, tetapi juga meningkatkan karakteristik metabolisme otot dan kebugaran aerobik Anda. Riset para ilmuwan di University Kopenhagen mencoba melihat tingkat VO2max, atau pengambilan oksigen maksimal, dengan memberikan tes treadmill untuk pemain sepak bola dan memeriksa kadaluarsa udara untuk oksigen dan kandungan karbon dioksida.

Dalam kajiannya, Jens Bangsbo dan rekan melibatkan relawan perempuan yang tidak pernah bermain bola yang kemudian direkrut untuk mencoba sepak bola dua kali seminggu selama satu jam. Hasil temuan menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan dalam pengambilan oksigen maksimal, peningkatan kecepatan lari, dan daya tahan. Temuannya dipublikasikan dalam "Scandinavian Journal of Medicine and Science in Sports".

2. Membangun otot


Bermain sepak bola secara signifikan dapat membantu membangun otot dan memperkuat otot-otot kaki, paha, perut, dan dada. Ketika Anda mencoba untuk membangun otot dengan cara bermain sepak bola, Anda akan merasakan manfaat lainnya seperti peningkatan daya tahan, yang berarti bahwa Anda tidak akan mudah lesu atau lelah. Membangun dan membentuk otot adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan juga dapat membantu meningkatkan kinerja atletik. Dengan otot yang lebih kuat, hal ini juga akan membantu mengurangi risiko cedera.

3. Kekuatan


Rutin bermain sepak bola, akan membangun kekuatan pada kaki, khususnya bagian  paha depan dan paha belakang. Gerakan seperti menendang, melompat, berjalan mundur dan berlari mengelilingi lapangan akan memberikan manfaat pada kaki Anda dan tubuh bagian atas. Sebuah studi 2010 yang dipublikasikan dalam "Skandinavian Journal of Medicine and Science in Sports," yang dipimpin oleh Peter Krustup mengindikasikan adanya peningkatan kekuatan otot pada wanita yang bermain sepak bola rekreasi selama 16 bulan. Para wanita juga menunjukkan keseimbangan yang lebih baik dan kepadatan tulang yang lebih baik.

4. Lincah dan Fleksibel


Untuk dapat bermain sepakbola seseorang dituntut dapat bergerak cepat dalam arah tertentu, misalnya, bergerak secara lateral dan vertikal, dan berlari ke depan atau ke belakang. Gerakan cepat yang dibutuhkan dalam sepak bola akan membantu atlet menjadi lebih fleksibel. Kaki, dada, dan lengan semua akan menjadi lebih fleksibel karena pergeseran konstan yang dilakukan saat bermain, yang juga mendorong otot-otot menjadi lebih kuat. Peningkatan fleksibilitas juga akan membantu mengurangi risiko cedera, karena tubuh akan dilatih untuk bergerak terus-menerus dalam intensitas yang tinggi.

5. Kontrol berat badan


Mereka yang gemar bermain sepak bola cenderung tidak memiliki badan yang gemuk, karena jenis olahraga ini dapat membantu mereka kehilangan sejumlah besar lemak di tubuh. Sepak bola adalah bentuk latihan aerobik, dan dapat membantu membakar banyak kalori dan lemak, yang berarti bahwa seorang kemungkinan dapat mempertahankan berat badannya. Ketika seorang atlet bermain sepak bola, berarti dia sedang jogging, berlari, dan berlari untuk jangka waktu yang panjang, yang merupakan cara untuk mendapatkan latihan aerobik.

Ada banyak manfaat yang diperoleh bila seseorang mengendalikan berat badannya. Bobot  yang ideal dapat menurunkan risiko diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi. Jika seorang sedang mencari cara untuk menghilangkan beberapa pon bobot tubuhnya, bermain sepak bola mungkin dapat menjadi pilihan.



Minggu, 05 Mei 2013



METODE MENGAJAR GURU

Metode pembelajaran atau strategi mengajar adalah suatu cara menyampaikan pesan yang terkandung dalam kurikulum. Metode harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Metode pembelajaran ini, menjawab pertanyaan “how” yaitu bagaimana menyampaikan materi atau isi kurikulum kepada siswa secara efektif. Oleh karenanya, walaupun metode pembelajaran adalah komponen yang kecil dari perencanaan pengajaran (instructional plan), tetapi memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam proses belajar itu sendiri.

Sebagai seorang admin yang super sibuk, baik di dunia maupun di akhirat (hehe), tentu saya pasti sempatkan untuk berbagi ilmu atau sesuatu yang perlu diketahui oleh sobat semua. Kembali saya perhatikan kembali arsip blog ini, khususnya pada kategori pendidikan, sepertinya sudah lama tidak diupdate, karena memang masih sibuk mengisi data-data pada kategori belajar NgeBlog seperti kontes seo fasapay layanan pembayaran online indonesia cepat dan aman dan review blog lainnya. Okelah, disini saya ingin berbagi beberapa metode guru dalam mengajar, cara ini harus dan wajib diketahui oleh seorang guru yang professional agar kualitas pendidikan semakin meningkat. Dan tak lupa saya ucapkan selamat atas lulusnya para siswa SMA dan sederajat, bagi yang tidak lulus, jangan berkecil hati, masih ada kesempatan lain. Langsung saja kita bahas, metode yang digunakan guru dalam mengajar disekolah :

1. Metode Ceramah

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. Metode ini berbentuk penjelasan konsep, prinsip dan fakta pada akhir perkuliahan ditutup dengan Tanya jawab antara dosen dan mahasiswa.


2. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab adalah suatu metode dimana guru menggunakan atau memberi pertanyaan kepada murid dan murid menjawab, atau sebaliknya murid bertanya pada guru dan guru menjawab pertanyaan murid itu. ( Soetomo, 1993 :150 )
Metode tanya jawab merupakan cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru (Syaiful Bahri Djamarah 2000: 107). Metode ini dipandang lebih baik dari pada metode pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah. Alasannya karena metode ini dapat merangsang siswa untuk berfikir dan berkreativitas dalam proses pembelajaran. Metode Tanya jawab juga dapat digunakan untuk mengukur atau mengetahui seberapa jauh materi atau bahan pengajaran yang telah dikuasai oleh siswa.

3. Metode Diskusi

Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation).
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan ( Killen, 1998 ). Karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama - sama.

Metode diskusi dapat pula diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Guru, peserta didik atau kelompok peserta didik memiliki perhatian yang sama terhadap topik yang dibicarakan dalam diskusi.
Ada beberapa kelebihan metode diskusi, manakala diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
• Metode diskusi dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnya dalam memberikan gagasan dan ide - ide.
• Dapat melatih untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
• Dapat melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal. Di samping itu, diskusi juga bisa melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain.
Selain beberapa kelebihan, diskusi juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya :
• Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki keterampilan berbicara.
• Kadang - kadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur.
• Memerlukan waktu yang cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
• Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional yang tidak terkontrol. Akibatnya, kadang-kadang ada pihak yang merasa tersinggung, sehingga dapat mengganggu iklim pembelajaran.

4. Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu sedikit. Metode pemberian tugas adalah cara dalam proses belajar mengajar dengan jalan memberi tugas kepada siswa. Tugas-tugas itu dapat berupa mengikhtisarkan karangan, (dari surat kabar, majalah atau buku bacaan) membuat kliping, mengumpulkan gambar, perangko, dan dapat pula menyusun karangan.
Metode Demonstrasi. Menurut Muhibbin (2000) Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000) Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.

5. Metode Eksperimen

Metode eksperimen menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000:95) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.

6. Metode Simulasi, Bermain Peran, dan Sosiodrama/Psikodrama

Metode ini menampilkan symbol-simbol atau peralatan yang menggantikan proses kejadian atau benda yang sebenarnya. Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik. Metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka.

7. Metode Karyawisata / Widyawisata

Metode ini dmaksudkan untuk menunjukkan kepada siswa secara langsung beberapa hal yang dipelajari di sekolah. Seperti kunjungan Museum, Labolatorium Budaya dll. Disebutkan juga sebagai bentuk format interaksi belajar mengajar yang di berikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari, melengkapi dan memperdalam bahan pembelajaran, dan mendapat pengalaman langsung atas objek yang di pelajari di luar kelas pembelajaran.

8. Metode Pengajaran Unit

Dapat di artikan sebagai suatu cara belajar antara siswa dan guru yang mengarahkan kegiatan pada pemecahan masalah yang dapat di rumuskan secara bersama-sama. Metode ini pada dasarnya bertujuan untuk melatih siswa memecahkan suatu permasalahan dari berbagai disiplin ilmu atau berbagai aspek, sehingga mereka memiliki pemikiran dan pemahaman yang lebih baik.

9. Metode Penemuan ( Discovery-inquiry )

Dapat diartikan sebagai format KBM di mana para siswa menemukan sendiri informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan – tujuan pembelajaran. Dalam metode ini, dapat berupa kegiatan belajar terentang dari penemuan terbimbing
( Discovery ) sampai ke penemuan tidak terbimbing ( inquiry )
Tujuan dari metode ini pada dasarnya untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam mendapatkan formasi, mengarahkan siswa sebagai pelajar seumur hidup, mengurangi ketergantungan kepada guru, serta melatih siswa untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber informasi yang tidak habis-habisnya digali.
Kelebihan metode penemuan
• Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa
• Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kampuan masing-masing
• Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa
• Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut
Kelemahan metode penemuan
• Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses pengertian saja
• Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif
• Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental
• Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil
• Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan

10. Metode Panel

Panel merupakan sebuah bentuk diskusi yang membahas masalah umum yang bersifat lengkap, yang terdiri dari beberapa orang yang dianggap ahli dalam bidangnya. Sekolah biasanya dilakukan oleh sekelompok guru yang memilih topik sesuai kebutuhan pesera didiknya. Seorang moderator diharapkan dapat memimpin, mengarahkan para panelis sedemikian rupa sehingga kegiatan dapat diikuti dengan baik oleh pendengar.

11. Metode Simposium

Metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang metri tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara.
Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri atas beberapa pembicara sedikitnya dua orang. Tetapi symposium berbeda dengan panel didalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota symposium terllebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu. Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titk tolak yang berbeda-beda.

12. Metode Seminar

Merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik, masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif dankepada mereka dibebankan tanggungjawab untuk mendapatkan solusi dari topic, masalah yang dipecahkannya. Guru bertindak sebagai nara sumber. Tidak jarang seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi.

13. Metode Forum

Suatu tempat yang terbuka yang membicarakan suatu persoalan oleh semua orang ikut di dalamnya, kegiatan ini biasanya bersifat informal dan singkat, sehingga sulit mengatur pembicaraan-pembicaraan apalagi masalah yang di bahas adalah masalah yang hangat dan peka secara emosional.

Itulah tadi Berbagai Metode Guru Dalam Mengajar, betapa pentingnya metodologi mengajar dikuasai oleh pendidik, dan diusahakan metodologi yang dimiliki pendidik pada saat praktek disesuaikan dengan tipe belajar siswa, sehingga diharapkan materi yang kita sampaikan terekam dan tercerna oleh peserta didik, dan dapat ditunjukan oleh mereka pada sikap dan prilaku dalam kesehariannya.