Senin, 06 Mei 2013

Sepak bola adalah salah satu olahraga permainan yang paling banyak digemari dan selalu menjadi perhatian banyak orang. Momen Piala Eropa tahun ini seakan makin memanjakan para pecinta bola, karena bisa melihat langsung aksi tim favorit mereka dari layar kaca.Selain menarik untuk ditonton, banyak orang yang juga lebih memilih untuk terlibat langsung bermain dalam olahraga ini. Beberapa riset menunjukkan, bermain sepakbola dapat membangun rasa percaya diri untuk anak-anak dan meningkatkan kebugaran. Berikut adalah 5 manfaat kesehatan fisik yang dapat Anda peroleh dari bermain sepak bola, yang juga dapat meningkatkan kualitas hidup Anda :

1. Kebugaran kardiovaskular


Berlari dan mengejar bola selama bermain selama 90 menit tidak hanya meningkatkan kebugaran kardiovaskular, tetapi juga meningkatkan karakteristik metabolisme otot dan kebugaran aerobik Anda. Riset para ilmuwan di University Kopenhagen mencoba melihat tingkat VO2max, atau pengambilan oksigen maksimal, dengan memberikan tes treadmill untuk pemain sepak bola dan memeriksa kadaluarsa udara untuk oksigen dan kandungan karbon dioksida.

Dalam kajiannya, Jens Bangsbo dan rekan melibatkan relawan perempuan yang tidak pernah bermain bola yang kemudian direkrut untuk mencoba sepak bola dua kali seminggu selama satu jam. Hasil temuan menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan dalam pengambilan oksigen maksimal, peningkatan kecepatan lari, dan daya tahan. Temuannya dipublikasikan dalam "Scandinavian Journal of Medicine and Science in Sports".

2. Membangun otot


Bermain sepak bola secara signifikan dapat membantu membangun otot dan memperkuat otot-otot kaki, paha, perut, dan dada. Ketika Anda mencoba untuk membangun otot dengan cara bermain sepak bola, Anda akan merasakan manfaat lainnya seperti peningkatan daya tahan, yang berarti bahwa Anda tidak akan mudah lesu atau lelah. Membangun dan membentuk otot adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan juga dapat membantu meningkatkan kinerja atletik. Dengan otot yang lebih kuat, hal ini juga akan membantu mengurangi risiko cedera.

3. Kekuatan


Rutin bermain sepak bola, akan membangun kekuatan pada kaki, khususnya bagian  paha depan dan paha belakang. Gerakan seperti menendang, melompat, berjalan mundur dan berlari mengelilingi lapangan akan memberikan manfaat pada kaki Anda dan tubuh bagian atas. Sebuah studi 2010 yang dipublikasikan dalam "Skandinavian Journal of Medicine and Science in Sports," yang dipimpin oleh Peter Krustup mengindikasikan adanya peningkatan kekuatan otot pada wanita yang bermain sepak bola rekreasi selama 16 bulan. Para wanita juga menunjukkan keseimbangan yang lebih baik dan kepadatan tulang yang lebih baik.

4. Lincah dan Fleksibel


Untuk dapat bermain sepakbola seseorang dituntut dapat bergerak cepat dalam arah tertentu, misalnya, bergerak secara lateral dan vertikal, dan berlari ke depan atau ke belakang. Gerakan cepat yang dibutuhkan dalam sepak bola akan membantu atlet menjadi lebih fleksibel. Kaki, dada, dan lengan semua akan menjadi lebih fleksibel karena pergeseran konstan yang dilakukan saat bermain, yang juga mendorong otot-otot menjadi lebih kuat. Peningkatan fleksibilitas juga akan membantu mengurangi risiko cedera, karena tubuh akan dilatih untuk bergerak terus-menerus dalam intensitas yang tinggi.

5. Kontrol berat badan


Mereka yang gemar bermain sepak bola cenderung tidak memiliki badan yang gemuk, karena jenis olahraga ini dapat membantu mereka kehilangan sejumlah besar lemak di tubuh. Sepak bola adalah bentuk latihan aerobik, dan dapat membantu membakar banyak kalori dan lemak, yang berarti bahwa seorang kemungkinan dapat mempertahankan berat badannya. Ketika seorang atlet bermain sepak bola, berarti dia sedang jogging, berlari, dan berlari untuk jangka waktu yang panjang, yang merupakan cara untuk mendapatkan latihan aerobik.

Ada banyak manfaat yang diperoleh bila seseorang mengendalikan berat badannya. Bobot  yang ideal dapat menurunkan risiko diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi. Jika seorang sedang mencari cara untuk menghilangkan beberapa pon bobot tubuhnya, bermain sepak bola mungkin dapat menjadi pilihan.



Minggu, 05 Mei 2013



METODE MENGAJAR GURU

Metode pembelajaran atau strategi mengajar adalah suatu cara menyampaikan pesan yang terkandung dalam kurikulum. Metode harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Metode pembelajaran ini, menjawab pertanyaan “how” yaitu bagaimana menyampaikan materi atau isi kurikulum kepada siswa secara efektif. Oleh karenanya, walaupun metode pembelajaran adalah komponen yang kecil dari perencanaan pengajaran (instructional plan), tetapi memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam proses belajar itu sendiri.

Sebagai seorang admin yang super sibuk, baik di dunia maupun di akhirat (hehe), tentu saya pasti sempatkan untuk berbagi ilmu atau sesuatu yang perlu diketahui oleh sobat semua. Kembali saya perhatikan kembali arsip blog ini, khususnya pada kategori pendidikan, sepertinya sudah lama tidak diupdate, karena memang masih sibuk mengisi data-data pada kategori belajar NgeBlog seperti kontes seo fasapay layanan pembayaran online indonesia cepat dan aman dan review blog lainnya. Okelah, disini saya ingin berbagi beberapa metode guru dalam mengajar, cara ini harus dan wajib diketahui oleh seorang guru yang professional agar kualitas pendidikan semakin meningkat. Dan tak lupa saya ucapkan selamat atas lulusnya para siswa SMA dan sederajat, bagi yang tidak lulus, jangan berkecil hati, masih ada kesempatan lain. Langsung saja kita bahas, metode yang digunakan guru dalam mengajar disekolah :

1. Metode Ceramah

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. Metode ini berbentuk penjelasan konsep, prinsip dan fakta pada akhir perkuliahan ditutup dengan Tanya jawab antara dosen dan mahasiswa.


2. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab adalah suatu metode dimana guru menggunakan atau memberi pertanyaan kepada murid dan murid menjawab, atau sebaliknya murid bertanya pada guru dan guru menjawab pertanyaan murid itu. ( Soetomo, 1993 :150 )
Metode tanya jawab merupakan cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru (Syaiful Bahri Djamarah 2000: 107). Metode ini dipandang lebih baik dari pada metode pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah. Alasannya karena metode ini dapat merangsang siswa untuk berfikir dan berkreativitas dalam proses pembelajaran. Metode Tanya jawab juga dapat digunakan untuk mengukur atau mengetahui seberapa jauh materi atau bahan pengajaran yang telah dikuasai oleh siswa.

3. Metode Diskusi

Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation).
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan ( Killen, 1998 ). Karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama - sama.

Metode diskusi dapat pula diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Guru, peserta didik atau kelompok peserta didik memiliki perhatian yang sama terhadap topik yang dibicarakan dalam diskusi.
Ada beberapa kelebihan metode diskusi, manakala diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
• Metode diskusi dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnya dalam memberikan gagasan dan ide - ide.
• Dapat melatih untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
• Dapat melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal. Di samping itu, diskusi juga bisa melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain.
Selain beberapa kelebihan, diskusi juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya :
• Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki keterampilan berbicara.
• Kadang - kadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur.
• Memerlukan waktu yang cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
• Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional yang tidak terkontrol. Akibatnya, kadang-kadang ada pihak yang merasa tersinggung, sehingga dapat mengganggu iklim pembelajaran.

4. Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu sedikit. Metode pemberian tugas adalah cara dalam proses belajar mengajar dengan jalan memberi tugas kepada siswa. Tugas-tugas itu dapat berupa mengikhtisarkan karangan, (dari surat kabar, majalah atau buku bacaan) membuat kliping, mengumpulkan gambar, perangko, dan dapat pula menyusun karangan.
Metode Demonstrasi. Menurut Muhibbin (2000) Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000) Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.

5. Metode Eksperimen

Metode eksperimen menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000:95) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.

6. Metode Simulasi, Bermain Peran, dan Sosiodrama/Psikodrama

Metode ini menampilkan symbol-simbol atau peralatan yang menggantikan proses kejadian atau benda yang sebenarnya. Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik. Metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka.

7. Metode Karyawisata / Widyawisata

Metode ini dmaksudkan untuk menunjukkan kepada siswa secara langsung beberapa hal yang dipelajari di sekolah. Seperti kunjungan Museum, Labolatorium Budaya dll. Disebutkan juga sebagai bentuk format interaksi belajar mengajar yang di berikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari, melengkapi dan memperdalam bahan pembelajaran, dan mendapat pengalaman langsung atas objek yang di pelajari di luar kelas pembelajaran.

8. Metode Pengajaran Unit

Dapat di artikan sebagai suatu cara belajar antara siswa dan guru yang mengarahkan kegiatan pada pemecahan masalah yang dapat di rumuskan secara bersama-sama. Metode ini pada dasarnya bertujuan untuk melatih siswa memecahkan suatu permasalahan dari berbagai disiplin ilmu atau berbagai aspek, sehingga mereka memiliki pemikiran dan pemahaman yang lebih baik.

9. Metode Penemuan ( Discovery-inquiry )

Dapat diartikan sebagai format KBM di mana para siswa menemukan sendiri informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan – tujuan pembelajaran. Dalam metode ini, dapat berupa kegiatan belajar terentang dari penemuan terbimbing
( Discovery ) sampai ke penemuan tidak terbimbing ( inquiry )
Tujuan dari metode ini pada dasarnya untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam mendapatkan formasi, mengarahkan siswa sebagai pelajar seumur hidup, mengurangi ketergantungan kepada guru, serta melatih siswa untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber informasi yang tidak habis-habisnya digali.
Kelebihan metode penemuan
• Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa
• Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kampuan masing-masing
• Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa
• Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut
Kelemahan metode penemuan
• Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses pengertian saja
• Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif
• Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental
• Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil
• Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan

10. Metode Panel

Panel merupakan sebuah bentuk diskusi yang membahas masalah umum yang bersifat lengkap, yang terdiri dari beberapa orang yang dianggap ahli dalam bidangnya. Sekolah biasanya dilakukan oleh sekelompok guru yang memilih topik sesuai kebutuhan pesera didiknya. Seorang moderator diharapkan dapat memimpin, mengarahkan para panelis sedemikian rupa sehingga kegiatan dapat diikuti dengan baik oleh pendengar.

11. Metode Simposium

Metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang metri tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara.
Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri atas beberapa pembicara sedikitnya dua orang. Tetapi symposium berbeda dengan panel didalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota symposium terllebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu. Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titk tolak yang berbeda-beda.

12. Metode Seminar

Merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik, masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif dankepada mereka dibebankan tanggungjawab untuk mendapatkan solusi dari topic, masalah yang dipecahkannya. Guru bertindak sebagai nara sumber. Tidak jarang seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi.

13. Metode Forum

Suatu tempat yang terbuka yang membicarakan suatu persoalan oleh semua orang ikut di dalamnya, kegiatan ini biasanya bersifat informal dan singkat, sehingga sulit mengatur pembicaraan-pembicaraan apalagi masalah yang di bahas adalah masalah yang hangat dan peka secara emosional.

Itulah tadi Berbagai Metode Guru Dalam Mengajar, betapa pentingnya metodologi mengajar dikuasai oleh pendidik, dan diusahakan metodologi yang dimiliki pendidik pada saat praktek disesuaikan dengan tipe belajar siswa, sehingga diharapkan materi yang kita sampaikan terekam dan tercerna oleh peserta didik, dan dapat ditunjukan oleh mereka pada sikap dan prilaku dalam kesehariannya.


Sabtu, 04 Mei 2013


MENGENAL DRAMA DAN CERPEN
  •  Mengenal Unsur unsur Drama
Drama memeliki dua aspek, yaitu aspek cerita dan aspek
pementasan.
a. Aspek cerita
Aspek cerita mengungkapkan peristiwa atau kejadian yang
dialami pelaku. Kadang-kadang pada kesan itu tersirat pesan
tertentu. Keterpaduan kesan dan pesan ini terangkum dalam
cerita yang dilukiskan dalam drama.
b. Aspek pementasan
Aspek pementasan drama dalam arti sesungguhnya ialah
pertunjukan di atas panggung berupa pementasan cerita tertentu
oleh para pelaku. Pementasan ini didukung oleh dekorasi panggung,
tata lampu, tata musik dsb.
Kekhasan naskah drama dari karya sastra yang lain ialah adanya
dialog, alur, dan episode. Dialog drama biasanya disusun dalam bentuk
skenario (rencana lakon sandiwara secara terperinci).
Drama memiliki bentuk yang bermacam-macam, yaitu:
1. Tragedi ialah drama duka yang menampilkan pelakunya terlibat
dalam pertikaian serius yang menimpanya sehingga menimbulkan
takut, ngeri, menyedihkan sehingga menimbulkan tumpuan rasa
kasihan penonton.
2. Melodrama ialah lakon yang sangat sentimental dengan pementasan
yang mendebarkan dan mengharukan penggarapan alur
dan lakon yang berlebihan sehingga sering penokohan kurang
diperhatikan.
3. Komedi ialah lakon ringan untuk menghibur namun berisikan
sindiran halus. Para pelaku berusaha menciptakan situasi yang
menggelikan.
4. Force ialah pertunjukan jenaka yang mengutamakan kelucuan.
Namun di dalamnya tidak terdapat unsur sindiran. Para pelakunya
berusaha berbuat kejenakaan tentang diri mereka masingmasing.
5. Satire, kelucuan dalam hidup yang ditanggapi dengan kesungguhan
biasanya digunakan untuk melakukan kecaman/kritik
terselubung.
11.1.2 Mendeskri sikan Perilaku dalam Bentuk
Dial g aska Drama
Telah disebutkan di atas bahwa kekhasan naskah drama adalah
adanya dialog dalam naskah drama. Perilaku tokoh dalam naskah
drama dapat tercermin dari dialog yang diucapkan. Selain dalam
dialog, perilaku drama dapat disertakan dalam bentuk keterangan
lakuan.
Perhatikan contoh kutipan drama berikut ini!
Dialog merupakan percakapan
antarpelaku drama yang mengungkapkan
hal-hal atau peristiwa
yang dipentaskan.
Alur ialah rangkaian cerita atau
peristiwa yang menggerakkan
jalan cerita dari awal (pengenalan),
konflik, perumitan, klimaks,
dan penyelesaian.
Episode ialah bagian pendek sebuah
drama yang seakan-akan
berdiri sendiri, tetapi tetap merupakan
bagian alur utamanya.
133
Bab 11 Drama II
01. Nenek : (Bicara sendiri) Ah, dasar! Kayak nggak
pernah ingat sudah pikun. Pekerjaannya tak
ada lain cuman bersolek. Dikiranya masih
ada gadis-gadis yang suka mandang.
Hmmmm. (Mengambil cangkir, lalu diminum)
02. Kakek : (Masuk) Bagaimana kalau aku pakai kopiah
seperti ini, Bu?
03. Nenek : Astaga! Tuan rumah mau ke pesiar ke mana
menjelang malam begini?
04. Kakek : Tidak ke mana-mana. Cuman duduk-duduk
saja, sambil membaca koran.
05. Nenek : Mengapa membaca koran mesti pakai
kopiah segala?
06. Kakek : Agar komplet, Bu.
07. Nenek : Yaaaaah. Waktu dulu kau jadi juru tulis,
empat puluh tahun lampau... hebat sekali,
memang. Tapi sekarang, kopiah hanya
bernilai tambah penghangat belaka.
08. Kakek : (Berjalan menuju ke meja, mengambil koran,
lalu pergi ke sofa, membuka lembarannya)
09. Nenek : Mengapa tidak duduk di sini?
10. Kakek : Sebentar.
Siang itu Ita bergegas menuju kios buku dan majalah bekas
yang ada di pojokan Jalan Mawar. Di sana sudah tampak Bang
Togar yang sedang membereskan tumpukan buku.
“Halo Ita! Kamu pasti butuh buku bacaan lagi kan?” sambut
Bang Togar begitu melihat Ita. Bang Togar masuk ke dalam
kios. Tidak lama kemudian ia keluar dengan tumpukan buku
yang langsung diletakkan di depan Ita.
“Kamu pasti menyukai buku-buku ini. Abang sengaja
menyimpannya untukmu sebelum orang lain membelinya,” kata
Bang Togar kemudian. Benar saja, di tumpukan tersebut terdapat
bermacam-macam bacaan yang menarik. Ada kumpulan
dongeng, komik, novel anak, dan buku cerita bergambar.
Ita buru-buru memilih buku yang diinginkannya. “Tiga buku
berapa, Bang?” tanyanya setelah mendapatkan buku yang
diinginkan.
“Empat ribu rupiah saja untuk Ita. Ita juga boleh mengambil
satu majalah lagi kalau mau,” jawab Bang Togar.
Pada dialog 01 terdapat
deskripsi perilaku
manusia, yaitu tokoh
Kakek.
Ini adalah keterangan
lakuan. Keterangan
lakukan diapit tanda
kurung dan biasanya
dicetak miring.
Keterangan lakuan ini
juga mendeskripsikan
perilaku tokoh.
Kutipan Cerpen
1. Cermatilah KUTIPAN CERPEN
di samping!
2. Deskripsikan perilaku tokoh
pada kutipan cerpen tersebut
dalam bentuk dialog naskah
drama!
134
Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas XI SMA/MA
11.1.3 Men adur er en Men adi Drama
Menyadur adalah menyusun kembali cerita secara bebas tanpa
merusak garis besar cerita (KBBI, 2001: 976). Cerpen terdiri atas
paragraf-paragraf, sedangkan drama terdiri atas adegan-adegan dan
dialog.
Di awal Anda telah berlatih mendeskripsikan perilaku manusia
dalam bentuk dialog naskah drama. Sekarang, Anda akan menyadur
cerpen menjadi bentuk drama yang utuh. Langkah-langkah menyadur
drama adalah
a. Membaca cerpen tersebut dengan teliti
b. Mengenali unsur-unsur cerpen, kemudian mencatat unsur-unsur
tersebut.
c. Menyempurnakan catatan dari awal sampai akhir.
Menyadur cerpen dapat dilakukan juga dengan cara memperluas
unsur intrinsik dan unsur-unsur lain yang mendukung cerpen misalnya:
- menambah tokoh
- mengembangkan penokohan
- menghidupkan konflik
- menghadirkan latar yang mendukung
- memunculkan penampilan (performance)
Sebelum Anda menyadur cerpen menjadi drama pahamilah
bagian-bagian drama berikut ini:
1. pengenalan
2. pemunculan peristiwa atau masalah
3. situasi menjadi rumit atau masalah menjadi kompleks
4. masalah/persoalan mencapai klimaks/titik kritis
5. situasi surut dan penyelesaiannya
Bacalah cerpen karya Seno Gumira Ajidarma berikut ini!
Duduk di Te i ungai
Cucunya tertawa terkekeh-kekeh. Ia meraup remah-remah
roti dari telapak tangannya yang bergurat kasar. Melemparkannya
ke pasir putih. Lantas merpati itu mematukinya. Angin menggelepar
ditingkah bunyi sayap mereka, yang datang dan pergi
sesekali. Suara sungai seperti aliran mimpi.
“Terbangnya cepat dan tinggi?” tanya si cucu, sambil terus
memandangi makhluk bersayap itu tanpa berkedip.
“Tentu saja, coba lihat matanya ....”
Dan lelaki tua yang telah merasuki hidup itupun bercerita tentang
mata, paruh, dan bulu-bulu dan warna-warna, dan segala
macam hal tentang merpati yang diketahuinya. Ia memindahkan
seluruh pengalaman hidupnya pada si anak. Dan si anak merekam
seluruh pengalaman hidup orang tua itu.
Dialog dalam drama
berfungsi untuk:
a. mengemukakan persoalan
secara langsung;
b. menjelaskan tentang tokoh
atau perannya;
c. menggerakkan plot maju; dan
d. membuka fakta.
Kompas, 9 Sept 06
Seno Gumira Ajidarma
Seno Gumira Ajidarma dilahirkan di
Boston, AS tahun 1958. Buku kumpulan
cerpen karyanya adalah
Manusia Kamar (1987), Penembak
Misterius (1993), Aksi Mata (1994),
Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi
(1995), Sebuah Pertanyaan untuk
Cinta (1996), Negeri Kabut (1996),
Iblis Tidak Pernah Mati (1999), dan
Atas Nama Cinta (1999).
135
Bab 11 Drama II
“Merpati juga sering disebut burung dara,
kamu tahu kenapa?”
“Tidak.”
“Aku juga tidak. Orang-orang tua seperti aku
tidak pernah diberi pelajaran Bahasa Indonesia.
Mestinya kamu lebih tahu.”
“Aku akan tahu nanti, sekarang belum.” Anak
itu menjawab sambil menatap mata kakeknya.
Mata anak itu bening, tajam dan bercahaya, bagaikan
memancar langsung dan menyelusup ke
dalam mata kakeknya. Mata kakeknya juga bercahaya,
tapi tidak lagi begitu bening dan tidak lagi
begitu tajam. Mata itu juga menusuk langsung ke
dalam mata cucunya. Kakek itu melihat masa lalu
lewat mata cucunya.
Dulu ia juga mengenal banyak hal dari kakeknya.
Ia mengenal lumpur sawah. Ia mengenal kerbau.
Ia mengenal bunga rumput. Ia mengenal seruling.
Ia mengenal suara sungai. Itu semua dari
kakeknya. Lantas terpandang telapak tangannya
sendiri yang keriput. Ia teringat telapak tangan kakeknya.
Telapak tangannya sendiri dulu juga seperti
telapak tangan cucunya.
“Itu semua sudah berlalu,” batin kakek itu
sambil terus memandang mata cucunya. Ia seperti
mencari sesuatu dari dirinya sendiri dalam diri
cucunya. “Tentu ada sesuatu dari diriku,” batinnya
lagi, “seperti juga ada sesuatu dari diri kakekku
dalam diriku.”
“Apakah kakek dulu juga bersekolah seperti
aku?”
“Aku tidak pernah sekolah Nak, aku dulu
belajar mengaji.”
“Mengaji?”
“Ya, mengaji. Kamu tahu kan? Sebetulnya itu
sekolah juga. Ayat-ayat kitab suci mengajarkan
bagaimana hidup yang benar.”
“Kenapa Bapak tidak mengajari aku mengaji
sekarang?”
“Tanyakan saja sendiri. Mungkin karena waktumu
habis untuk sekolah. Kamu selalu pergi sampai
sore.”
“Kalau memang kitab suci mengajarkan hidup
yang benar, seharusnya Bapak menyuruh aku
belajar mengaji.”
“Ya, tapi banyak orang berpikir belajar mengaji
itu aneh di zaman sekarang. Mungkin bapakmu juga
berpikir begitu. Ia berpikir kamu lebih baik belajar
bahasa Inggris.”
“Apakah hidup kita akan tidak benar kalau tidak
pernah belajar mengaji sama sekali?”
Kakek itu terperangah. Keningnya berkerut. Ia
menatap mata cucunya yang bening dan polos
bercahaya. Itulah pertanyaan yang pernah ia ajukan
kepada kakeknya dulu. Tapi ia tak ingin menjawab
pertanyaan cucunya dengan jawaban kakeknya. Ia
sendiri sudah lama berusaha menjawab pertanyaan-
pertanyaan. Sekarang ia merasa harus berusaha
keras menjawab pertanyaan cucunya itu, karena
ia berpikir akan teringat sampai mati. Sering kali
ia merasa sudah menemukan jawaban, tapi ia takut
itu merupakan jawaban yang tidak sesuai untuk
cucunya. Selama ini ia memang sudah menemukan
keyakinan, namun ia juga ingin cucunya menemukan
keyakinan sendiri.
“Tanyakan saja pada gurumu, Nak. Tentunya
ia punya jawaban yang bagus.”
“Guruku tidak pernah menjawab, Kek, ia hanya
mengajarkan bagaimana caranya aku menemukan
jawaban.”
“Wah, kalau begitu sekolahmu itu pasti sekolah
yang bagus. Kamu beruntung sekali, Nak, kamu
sangat beruntung ....”
Anak kecil itu masih memandang mata kakek-
“Merpati juga sering disebut burung dara, kamu
tahu kenapa?”
136
Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas XI SMA/MA
nya tanpa berkedip. Mereka saling bertatapan dan saling merasuki
lorong kehidupan yang panjang ke masa lalu dan ke masa depan.
Orang tua itu teringat kembali ia dulu juga menatap mata kakeknya
begitu lama dan ia waktu itu merasakan rekaman sebuah
perjalanan panjang sedang memasuki dirinya dan kini ia tengah
memindahkan perjalanan kakeknya dan perjalanannya sendiri
dalam diri cucunya dan ia membayangkan apakah cucunya kelak
setelah menjadi kakek akan memindahkan perjalanan leluhurnya
ke dalam diri cicitnya.
Sungai itu mendesah. Burung dara mengepakkan sayap. Desah
sungai selalu seperti itu dan kepak sayap burung juga selalu
seperti itu tapi manusia selalu berubah.
Kakek itu mendengar cucunya tertawa terkekeh-kekeh. Burungburung
mematuki remah roti di telapak tangannya dan anak
kecil itu merasa geli dan karena itu ia tertawa terkekeh-kekeh.
Kakek itu memandang cucunya berlari-lari melintasi kerumunan
burung-burung sehingga burung-burung itu beterbangan sebentar
sebelum merendah kembali mematuki remah-remah roti di
antara kerikil. Cucunya berlari-larian di atas kerikil bercampur
pasir putih yang bersih.
“Ini sebuah tempat yang bagus,” pikir orang tua itu. Di seberang
sungai itu ada pohon-pohon yang rindang tempat remaja
berpacaran dan di seberang pohon-pohon rindang itu ada pagar
tembok dan di luarnya membayang deretan gedung-gedung bertingkat
dan di atas gedung-gedung bertingkat itu bertengger
antena-antena parabola.
Mata orang tua itu berkedip-kedip karena silau.
“Kakek! Ke sini!”
Terdengar cucunya memanggil.
Orang tua itu duduk mendekat. Ia melihat cucunya duduk di
tepi sungai. Sungai itu airnya jernih. Dasarnya terlihat jelas.
Terlihat ikan bergerak-gerak di celah batu. Ia memandangi cucunya,
ingin tahu anak itu mau berkata apa. Tapi anak kecil itu
cuma membenamkan dagu antara kedua lututnya. Seperti mendengarkan
sungai. Remah-remah roti yang mereka bagikan telah
habis. Burung-burung melayang pergi. Mereka berdua memandang
burung-burung itu beterbangan di langit. Makin lama makin
menjauh dan menghilang seperti masa yang berlalu. Tak terdengar
lagi kepak sayap burung. Tinggal suara sungai yang gemericik
dan udara yang bergetar ditembus cahaya matahari.
Kyoto - Jakarta. 1986 - 1988
Sumber: Kumpulan cerpen Dilarang Bernyanyi di Kamar
Mandi, karya Seno Gumira Ajidarma
1. Bentuklah kelompok yang masing-
masing kelompok terdiri 4
orang!
2. Bacalah cerpen Duduk di Tepi
Sungai dengan saksama!
3. Tentukan unsur-unsur intrinsik
pada cerpen tersebut!
4. Sadurlah cerpen tersebut menjadi
bentuk drama!
5. Carilah cerpen atau novel di majalah
atau surat kabar! Ubahlah
bentuk cerpen atau novel tersebut
menjadi sebuah naskah
drama!
Gbr.11.1
Sampul depan buku kumpulan
cerpen Dilarang Bernyanyi di
Kamar Mandi, karya Seno
Gumira Ajidarma.
Paska

Kamis, 02 Mei 2013



Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.
contoh :
Pabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang

Dengan ibu hendaknya hormat
Supaya badan dapat selamat
Gurindam Dua Belas
Kumpulan gurindam yang dikarang oleh Raja Ali Haji dari Kepulauan Riau. Dinamakan Gurindam Dua Belas oleh karena berisi 12 pasal, antara lain tentang ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, tugas orang tua kepada anak, budi pekerti dan hidup bermasyarakat.
Hikayat
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hikayat
Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Salah satu hikayat yang populer di Riau adalah Yong Dolah.
Karmina
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Karmina
Karmina atau dikenal dengan nama pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
Contoh
Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu masih bertanya pula
Pantun
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pantun
Pantun merupakan sejenis puisi yang terdiri atas 4 baris bersajak a-b-a-b, a-b-b-a, a-a-b-b. Dua baris pertama merupakan sampiran, yang umumnya tentang alam (flora dan fauna); dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut. 1 baris terdiri dari 4-5 kata, 8-12 suku kata.
Contoh Pantun
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang
Seloka
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Seloka
Seloka merupakan bentuk puisi Melayu Klasik, berisikan pepetah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Biasanya ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair, kadang-kadang dapat juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat baris.
contoh seloka lebih dari 4 baris:
Baik budi emak si Randang
Dagang lalu ditanakkan
Tiada berkayu rumah diruntuhkan
Anak pulang kelaparan
Anak dipangku diletakkan
Kera dihutan disusui
Syair
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Syair
Syair adalah puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak. Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama aaaa, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud). Syair berasal dari Arab.
Talibun
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Talibun
Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dan seterusnya.
Contoh Talibun :
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu
s